Di sisi lain, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pengembangan sektor logistik di Aceh. Semakin banyak produk yang dapat diekspor langsung melalui pelabuhan daerah, semakin besar pula peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi penunjang, mulai dari jasa kepelabuhanan, transportasi, pergudangan, hingga distribusi yang dapat memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah.
Data BPS juga menunjukkan bahwa ekspor Aceh masih didominasi oleh komoditas primer. Batu bara menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor, disusul kopi dan rempah-rempah. Besarnya volume komoditas tersebut membuat keberadaan pelabuhan yang efisien dan memiliki konektivitas internasional menjadi faktor penting dalam mendukung daya saing ekspor Aceh.
Ke depan, penguatan infrastruktur logistik, peningkatan kapasitas pelabuhan, serta bertambahnya rute pelayaran internasional dari Aceh dinilai akan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing perdagangan luar negeri daerah. Dengan semakin banyak produk yang dapat dikirim langsung dari pelabuhan Aceh, biaya logistik berpotensi lebih efisien sekaligus memperkuat peran Aceh sebagai gerbang perdagangan di kawasan barat Indonesia.(red)





