AtjehUpdate.com,- LANGSA | Dugaan penyimpangan dalam pengadaan bantuan peralatan sekolah bagi ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Langsa kembali menjadi sorotan publik. Program yang diperkirakan bernilai sekitar Rp3,9 miliar itu dipersoalkan karena disebut tidak tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan serta transparansi anggarannya, Minggu (27/06).
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pengadaan tersebut dikaitkan dengan penyaluran bantuan pascabanjir kepada 13.186 siswa. Dengan asumsi nilai paket sekitar Rp300 ribu per penerima, total anggaran diperkirakan mencapai hampir Rp4 miliar. Namun, bantuan yang diterima disebut hanya berupa tas sekolah tanpa merek dengan bordir identitas daerah serta sejumlah buku tulis, sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai kesesuaian nilai dan spesifikasi barang.
Sejumlah kalangan menilai persoalan ini perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait agar tidak berkembang menjadi spekulasi. Sorotan utama diarahkan pada keterbukaan informasi pengadaan, dasar penganggaran, serta tahapan administrasi yang digunakan dalam pelaksanaan program tersebut.





